Pembuatan Teskit Boraks dalam Upaya Efisiensi Penggunaan Bahan dan Alat Laboratorium

6 Halaman

Penulis

,

ISSN

2654-251X (ONLINE)

Penerbit

Universitas Diponegoro

Diterbitkan pada

31/07/2020

Bahasa

Indonesia

Kata Kunci

, , ,

Abstrak

Boraks sangat berbahaya bagi kesehatan karena bersifat karsinogen di dalam tubuh. Pengujian laboratorium secara kualitatif untuk melihat ada tidaknya kandungan boraks dalam makanan salah satunya dilakukan dengan menggunakan metode uji nyala api. Dalam pengujian tersebut membutuhkan bahan H2SO4, methanol dan alat tanur yang harganya mahal dan membutuhkan waktu yang cukup lama karena dilakukan proses pengabuan. Penelitian bertujuan untuk membuat teskit boraks secara sederhana (simple method) dengan mengekstrak zat antosianin pada kulit ubi jalar ungu dan melakukan pengujian kandungan boraks pada sampel makanan. Bahan dan alat yang digunakan adalah kulit ubi jalar ungu, ethanol 96%, kertas saring, pisau, talenan, gelas ukur, beaker glass, timbangan makanan dan cawan petri. Hasil teskit boraks yang telah dibuat kemudian di ujicobakan dengan menggunakan standar boraks sebagai gold standard dan menunjukkan hasil bahwa terjadi perubahan warna teskit dari warna pink menjadi biru. Selain itu juga dilakukan pengujian pada empat sampel makanan yang diduga mengandung boraks yaitu kerupuk gendar, tahu putih, bakso dan mie. Dari keempat sampel tersebut diperoleh hasil satu sampel yang mengandung boraks yaitu kerupuk gendar. Disimpulkan bahwa testkit boraks yang terbuat dari kertas saring yang mengandung antosianin dapat digunakan sebagai alat alternatif dalam menguji kandungan boraks pada makanan secara kualitatif

Kata Mereka

Testimoni Pengguna M3

Lebih Banyak