Uji Aktivitas Antiseptik Ekstrak Etanol Tanaman Bundung (Scirpus grossus L.) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat pada Tikus Putih (Rattus norvegicus)
9 Halaman
Penulis
ISSN
2548-3897
Penerbit
Universitas Borneo Lestari
Diterbitkan pada
02/10/2024
Bahasa
Indonesia
Kata Kunci
Abstrak
Tanaman Bundung (Scirpus grossus L.) adalah salah satu dari tanaman liar yang sangat mudah didapatkan, namun belum banyak orang yang mengetahui khasiatnya. Tanaman ini secara empiris digunakan masyarakat sebagai pengobatan luka dan antimikroba. Tanaman ini terbukti mengandung beberapa senyawa seperti tanin, flavonoid, fenolik, saponin, steroid, serta terpenoid. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui aktivitas antiseptik ekstrak etanol Tanaman Bundung dengan berbagai konsentrasi dan konsentrasi paling efektif pada kesembuhan luka sayatan tikus putih (Rattus norvegicus). Metode yang digunakan diawali dengan proses ekstraksi, pembuatan konsentrasi ekstrak, persiapan hewan uji, pembagian kelompok hewan uji, perlakuan hewan uji, pengamatan fase penyembuhan, dan uji aktivitas antiseptik. Hasil uji kelompok pada pengukuran rata-rata panjang dan waktu penyembuhan luka sayat, yang lukanya paling cepat menutup adalah kelompok ekstrak 4% yang dilihat secara klinis dapat dibedakan kecepatan penyembuhannya. Dari hasil analisis, tidak terdapat perbedaan signifikan pada rentang waktu penyembuhan dan pengukuran rata-rata panjang luka sayat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol Tanaman Bundung (Scirpus grossus L.) mempunyai aktivitas antiseptik pada kesembuhan luka sayat tikus putih (Rattus norvegicus) yang diamati melalui rentang waktu kesembuhan dan tidak adanya perbedaan signifikan terhadap perubahan waktu kesembuhan luka serta panjang luka sayatan pada kelima kelompok. Konsentrasi ekstrak etanol Tanaman Bundung (Scirpus grossus L.) yang paling optimal dengan konsentrasi ekstrak yang diamati secara klinis yaitu 4%.
