HUBUNGAN MANAJEMEN KONFLIK DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSU AL FATAH KOTA AMBON

4 Halaman

Penulis

, , ,

ISSN

26857235

Penerbit

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pasapua Ambon

Diterbitkan pada

01/03/2022

Bahasa

Indonesia

Kata Kunci

,

Abstrak

Pendahuluan: Manajemen konflik mencakup suatu strategi berorientasi proses yang mengarahkan bentuk-bentuk komunikasi (termasuk perilaku) dari para aktor dan pihak luar serta bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan dan interpretasi. Bagi pihak luar (di luar mereka yang berkonflik) sebagai pihak ketiga, yang mereka butuhkan adalah informasi yang akurat mengenai situasi konflik. Hal ini karena komunikasi yang efektif antar aktor dapat terjadi apabila terdapat rasa percaya pada pihak ketiga tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode korelasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, yaitu dengan mengumpulkan data dalam satu waktu (Notoadmodjo, 2010). Metode ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara manajemen konflik dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Al Fatah Ambon. Hasil: Manajemen konflik sebagian besar kurang baik dengan kepuasan kerja tidak puas, dengan jumlah responden 18 (40,0%). Sedangkan manajemen konflik yang baik diikuti dengan kepuasan kerja puas, dengan jumlah responden 12 (60,0%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square, diperoleh nilai p = 0,000 < alpha (α) 0,05, sehingga H0 ditolak. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan antara manajemen konflik dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Al Fatah Ambon. Saran: Bagi institusi rumah sakit, agar dapat memfasilitasi perawat untuk mengembangkan pengetahuan terkait konflik dan manajemen konflik dengan memberikan pendidikan dan pelatihan melalui seminar khusus sehingga dapat meningkatkan kemampuan manajemen konflik perawat.

Kata Mereka

Testimoni Pengguna M3

Lebih Banyak