Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Baccaurea Lanceolata Fructus dengan Metode ABTS dan DPPH
7 Halaman
Penulis
ISSN
2579-7913 (ONLINE)
Penerbit
LPPM Stikes Hafshawaty Zainul Hasan, Indonesia
Diterbitkan pada
21/02/2023
Bahasa
Indonesia
Kata Kunci
Abstrak
Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh yang berlanjut kepada penyakit kronis seperti kanker, penyakit neurodegeneratif dan diabetes. Antioksidan merupakan suatu zat yang memiliki kemampuan untuk memperlambat proses oksidasi yang disebabkan radikal bebas. Ekstrak buah limpasu (Baccaurea lanceolata) memiliki kandungan senyawa flavonoid dan tannin. Metabolit sekunder seperti flavonoid dan tanin ini memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak buah limpasu menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-3-Ethylbenzothiazoline-6-Sulfonic Acid) dan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) melalui nilai IC50. Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental. Objek penelitian ini adalah aktivitas antioksidan dari metode ABTS dan DPPH. Konsentrasi ekstrak etanol buah limpasu diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mendapatkan persen inhibisi dari sampel. Persen inhibisi dimasukkan ke dalam persamaan regresi linear untuk mendapatkan nilai IC50 dari kedua metode uji. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai IC50 sebesar 721,19 ppm pada metode DPPH yang termasuk kategori antioksidan tidak aktif, sedangkan pada uji ABTS didapatkan nilai IC50 sebesar 118,70 ppm yang termasuk kategori antioksidan sedang.