Profil Morfologi dan Anatomi dari Daun Beluntas (Pluchea Indica) serta Perbedaan Profil Kandungan Kimia dari Daun Beluntas pada Kondisi Geografis yang Berbeda
14 Halaman
Penulis
ISSN
2354-8797 (ONLINE)
Penerbit
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu
Diterbitkan pada
17/10/2024
Bahasa
Indonesia
Kata Kunci
Abstrak
Beluntas (Pluchea indica), merupakan salah satu jenis tanaman dalam suku Asteraceae. Tanaman ini secara tradisional sering digunakan untuk menambah nafsu makan, mengatasi gangguan pencernaan, pengobatan rematik dan untuk menghilangkan bau badan. Penelitian ini bertujuan memberikan profil morfologi dan anatomi dari daun Beluntas serta menentukan perbedaan kualitatif dan kuantitatif kandungan kimia dari daun Beluntas yang diperoleh dari tiga daerah dengan kondisi geografis yang berbeda. Penentuan kualitatif dilakukan melalui pengujian skrining fitokimia, sedangkan penentuan kuantitatif melalui jumlah total flavonoid, polifenol dan alkaloid. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bentuk daun oval dengan pertulangan daun menyirip. Pada pengamatan anatomi daun didapatkan tipe daun equifasial dengan tipe berkas pembuluh kolateral terbuka, derivat epidermis yang dimiliki berupa rambut penutup multiseluler dengan tipe kolaberasi, papilla dan rambut kelenjar tipe compositae. Uji kualitatif penentuan kandungan kimia menunjukkan tidak ada perbedaan pada kandungan kimia daun Beluntas yang di dapatkan dari tiga daerah yang berbeda kondisi geografisnya, dimana daun Beluntas mengandung polifenol, saponin, alkaloid, flavonoid, steroid dan minyak atsiri. Penentuan kuantitatif menunjukkan hasil total polifenol dan flavonoid tertinggi yaitu 7,7%b/b dan 1,2% b/b, didapatkan dari daerah dengan curah hujan dan ketinggian tempat paling rendah dari ketiga daerah dengan jenis tanah alluvial dan gramosol. Hasil total alkaloid tertinggi.
