Pengujian Senyawa Marker Sebagai Kontrol Kualitas Produk Fitofarmaka: Studi Kasus Pada Produk Fitofarmaka Kelas Terapi Kardiovaskular
12 Halaman
Penulis
ISSN
2807-6222
Penerbit
Badan Pengawas Obat dan Makanan
Diterbitkan pada
02/03/2024
Bahasa
Indonesia
Kata Kunci
Abstrak
Pengawasan mutu produk fitofarmaka menjadi prioritas karena telah masuk dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pengawasan dilakukan melalui penetapan kadar senyawa aktif dalam produk. Saat ini, metode yang tersedia meliputi pengujian senyawa aktif dalam simplisia atau ekstrak tanaman, dan belum ada untuk produk jadi. Produk fitofarmaka kelas terapi sistem kardiovaskular mempunyai komposisi ekstrak Apii graveolentis herba dan Orthosiphonis staminei folium. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode analisis yang bersifat selektif, akurat, dan andal untuk penetapan kadar sinensetin dalam produk mengandung ekstrak Apii graveolentis herba secara KLT dan apigenin dalam produk mengandung ekstrak Orthosiphonis staminei folium secara LC-MS/MS. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode tersebut valid dan terpercaya dengan nilai linieritas, presisi, dan akurasi yang memenuhi syarat. Linieritas sinensetin dan apigenin mempunyai nilai koefisien korelasi berturut-turut 0,9972 dan 0,9995, serta nilai deviasi residual (Vx0) 4,0% dan 1,7%. Keberulangan metode sangat baik, ditunjukkan dengan kecilnya nilai presisi yang diperoleh. Presisi sinensetin pada konsentrasi 91,83; 310,33; dan 586,68 µg/g berturut-turut 1,11; 0,61; dan 1,50%, sedangkan presisi apigenin pada konsentrasi 5; 15; dan 25 µg/g berturut-turut 5,82; 4,36; dan 2,32%. Akurasi sinensetin pada konsentrasi 100,24; 300,72; dan 601,44 µg/g berturut-turut 90,8 - 92,7%; 102,5 - 103,7%; dan 96,5 - 99,2 %, sedangkan akurasi apigenin pada konsentrasi 5; 15; dan 25 µg/g berturut-turut 81,58 - 91,57%; 86,71 - 93,76%; dan 89,12 - 93,31 %. Kedua metode tersebut bersifat sensitif dengan nilai batas kuantitasi (LoQ) sinensetin dan apigenin 3,34 ng/g dan 6,67 µg/g. Metode terbukti dapat digunakan untuk menetapkan kadar sinensetin dan apigenin dalam produk fitofarmaka kelas terapi sistem kardiovaskular.
