Koinsidensi Vaginosis Bakterial pada Pasien dengan Kandidiasis Vulvovaginalis Kronis
8 Halaman
Penulis
ISSN
2685-2772
Penerbit
Universitas Baiturrahmah
Diterbitkan pada
30/09/2024
Bahasa
Indonesia
Kata Kunci
Abstrak
Vaginosis bakterial (VB) dan kandidiasis vulvovaginal (KVV) adalah infeksi vagina yang umum terjadi dengan etiologi yang berbeda, namun dapat terjadi bersamaan dan mempersulit pengobatan. Ketidakseimbangan dalam mikrobiota vagina menjadi ciri khas VB, sedangkan KVV adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh Candida spp. Interaksi antara infeksi ini dapat mempengaruhi hasil pengobatan. Kami melaporkan seorang wanita berusia 19 tahun yang datang dengan keputihan berwarna putih kental, berbau, dan gatal. Dia memiliki riwayat gejala yang berulang dan sering menggunakan antibiotik. Pemeriksaan fisik menunjukkan beberapa papula dan cairan putih susu. Pemeriksaan mikroskopis menunjukkan adanya pseudohifa, sel tunas, dan bakteri batang gram negatif dengan sel petunjuk. Pasien didiagnosis dengan VB bersamaan dengan KVV kronis dan diobati dengan metronidazol dan flukonazol, diikuti dengan itrakonazol, yang menghasilkan perbaikan. Terjadinya VB dan KVV secara bersamaan mempersulit pengobatan karena mikrobiota vagina yang berubah. Antibiotik untuk VB dapat meningkatkan pertumbuhan Candida, yang menyebabkan KVV. KVV kronis pada pasien membutuhkan terapi antijamur yang lebih lama. Memahami interaksi antara VB dan KVV sangat penting untuk manajemen yang efektif, terutama pada kasus-kasus kronis. Kesimpulannya adalah manajemen VB dan KVV yang efektif secara bersamaan membutuhkan pemahaman yang komprehensif tentang interaksi keduanya dan strategi pengobatan yang disesuaikan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme interaksi ini dan meningkatkan pendekatan terapeutik.