PENERAPAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL (SALAT) TERHADAP STATUS SPIRITUAL PASIEN PALLIATIF CAREDI RSUD JENDERAL AHMAD YANI METRO

9 Halaman

Penulis

, ,

ISSN

2807-3469 (ONLINE)

Penerbit

LPPM Akademi Keperawatan Dharma Wacana

Diterbitkan pada

01/12/2024

Bahasa

Indonesia

Kata Kunci

, , , , ,

Abstrak

Perawatan paliatif merupakan perawatan total yang dilakukan secara aktif terutama pada pasien yang menderita penyakit yang membatasi hidup untuk mencegah dan mengurangi penderitaan serta memberikan bantuan untuk memperoleh kualitas kehidupan terbaik bagi pasien dan keluarga mereka tanpa memperhatikan stadium penyakit atau kebutuhan terapi lainnya. Aspek spiritual merupakan komponen penting dalam perawatan paliatif karena dapat meningkatkan perasaan tenang dan damai. Seseorang yang sakit tidak mampu berdiri atau duduk, maka dia tetap salat menghadap kiblat dengan berbaring. Tujuan: menggambarkan penerapan kebutuhan spiritual (salat) terhadap status spiritual pada pasien palliative care di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro. Metode: menggunakan desain studi kasus mengunakan FACIT-Sp. Subjek penerapan dilakukan 2 orang pasien palliative care dengan diagnosa Ca mamae. Hasil: Sebelum dilakukan penerapan pemenuhan kebutuhan spiritual (salat), kualitas spiritual kedua subyek belum baik. Nilai FACIT subyek I sebesar 25 (sedang) dan subyek II sebesar 23 (rendah). Setelah 3 hari diberikan perawatan pemenuhan kebutuhan spiritual tayamum dan salat, terjadi peningkatan nilai FACIT pada kedua subyek menjadi baik. Nilai FACIT pada hari ketiga pada subyek I sebesar 40 dan subyek II sebesar 39. Peningkatan nilai FACIT subyek I sebesar 15 dan subyek II sebesar 16. Kesimpulan: Penerapan pemenuhan kebutuhan spiritual (salat) mampu meningkatkan status spiritual pasien. Saran: Pasien harus berusaha memenuhi kebutuhan spiritualnya walaupun sedang sakit yaitu dengan melakukan tayamum dan salat duduk atau berbaring.

Kata Mereka

Testimoni Pengguna M3

Lebih Banyak