Studi in Silico Senyawa Metabolit Sekunder Daun Kenikir (Cosmos Caudatus Kunth.) Sebagai Antikanker Ovarium terhadap ESR-1
14 Halaman
Penulis
ISSN
2774-7832 (ONLINE)
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Diterbitkan pada
11/10/2024
Bahasa
Indonesia
DOI
-Kata Kunci
Abstrak
Kanker ovarium merupakan salah satu penyakit dengan penyumbang angka kematian yang tinggi melalui reseptor estrogen receptor alpha (ESR1) sebagai salah satu penyebab timbulnya kanker ovarium. Terapi terkini pada kanker ovarium dapat menyebabkan efek samping dan biaya yang mahal. Oleh karena itu dibutuhkan terapi alternatif dengan efek samping yang lebih sedikit serta biaya yang lebih terjangkau. Tanaman herbal yang kaya akan kandungan flavonoid dan asam fenolat serta memiliki aktivitas antikanker dengan mekanismenya sebagai pemicu apoptosis pada sel kanker ovarium salah satunya berupa daun kenikir (Cosmos caudatus). Studi dilakukan melalui metode skrining farmakofor dan molecular docking secara in silico dengan reseptor ESR-1 (Kode PDB:1SJ0). Selain itu, dilakukan juga prediksi absorpsi, distribusi, dan toksisitas melalui laman PreADMET serta uji kesesuaian Lipinski Rule of Five. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa luteolin merupakan senyawa yang paling berpotensi sebagai inhibitor reseptor ESR-1 dengan nilai pharmacophore fitscore sebesar 51,36, binding energy sebesar -8,43 kkal/mol, konstanta inhibisi sebesar 66.366x10-2 µM, dan ikatan hidrogen sebagai interaksi ligan-reseptor.
