Manajemen Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tk II Prof. dr. J. A. Latumeten Ambon

4 Halaman

Penulis

, ,

ISSN

2502-7778 (ONLINE)

Penerbit

Forum Ilmiah Kesehatan (Forikes) , Indonesia

Diterbitkan pada

31/03/2024

Bahasa

Indonesia

Kata Kunci

, , , ,

Abstrak

Sistem pengelolaan obat harus dipandang sebagai bagian dari keseluruhan sistem yang pelayanan di rumah sakit dan diorganisasikan dengan suatu cara yang dapat memberikan pelayanan berdasarkan aspek keamanan, efektif, dan ekonomis dalam penggunaan obat sehingga dapat dicapai efektivitas dan efisiensi pengelolaan obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengenalisis manajemen obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Prof. dr. J. A. Latumeten Ambon, ditinjau dari penganggaran, penyimpanan, dan pendistribusian. Penelitian ini merupakan studi kualitatif, yang melibatkan 6 informan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Untuk menjamin keabsahan data dilakukan triangulasi sumber data dan triangulasi teknik pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi. Selanjutnya dilakukan reduksi data dan dilakukan analisis konten. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Prof. dr. J. A. Latumeten Ambon pada proses perencanaan obat tidak semua didasarkan pada formularium rumah sakit. Kendala yang dihadapi yaitu peningkatan jumlah pasien, perubahan pola penyakit, perubahan penulisan resep dokter tamu, dan keterlambatan pengiriman obat dari distributor. Proses penganggaran obat bersumber dari dana BLU yang mencukupi untuk mengadakan obat sesuai perencanaan. Proses penyimpanan obat yang dilakukan berdasarkan metode FIFO serta ada tiga item dalam pengaturan tata ruang yang belum sesuai standar. Proses pendistribusian obat dilakukan dengan melampirkan buku ampra yang telah disetujui oleh Kepala Instalasi Farmasi serta adapun kendala yang dihadapi yaitu kurangnya troli atau kereta obat, dan kekosongan obat pada gudang. Disimpulkan bahwa perencanaan obat belum sepenuhnya berdasarkan formularium; penganggaran obat bersumber dari dana BLU; penyimpanan obat berdasarkan metode FIFO dan belum semua sesuai standar; pendistribusian obat berdasarkan persetujuan kepala instalasi farmasi.

Kata Mereka

Testimoni Pengguna M3

Lebih Banyak