Aspek Pemeriksaan Laboratorium pada Pasien Pneumonia
6 Halaman
Penulis
ISSN
2615-479X (ONLINE)
Penerbit
Universitas Lampung
Diterbitkan pada
17/02/2023
Bahasa
Indonesia
Kata Kunci
Abstrak
Pneumonia menjadi salah satu penyakit saluran napas bawah dengan kasus kematian terbanyak di dunia. Pneumonia adalah penyakit peradangan pada parenkim paru akibat mikroorganisme seperti bakteri, virus, atau jamur. Pneumonia diklasifikasikan berdasarkan pada lingkungan dan cara didapatnya, dengan kasus terbanyak adalah pneumonia yang didapat di komunitas (Community-acquired Pneumonia/CAP). Penemuan kasus pneumonia sendiri di Indonesia belum memenuhi target nasional dan masih menjadi masalah utama penyebab kematian terbesar pada balita. Dengan demikian, penegakan diagnosis segera menjadi sangat penting untuk mencegah terjadinya perburukan pada pasien pneumonia. Penegakan diagnosis diawali dengan anamnesis yang berisi riwayat penyakit pasien, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang ini meliputi pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan darah rutin, pewarnaan Gram dan kultur pada spesimen darah dan sputum, pemeriksaan biomarker inflamasi (Prokalsitonin, C-Reactive Protein, dan Interleukin-6), analisa gas darah (AGD), serta uji PCR (Polymerase Chain Reaction). Masing-masing pemeriksaan tersebut memiliki nilai sensitifitas dan spesifisitas diagnostik yang berbeda-beda. Pemilihan pemeriksaan laboratorium pada tiap fasilitas pelayanan kesehatan cenderung tidak spesifik sehingga perlu disesuaikan antara ketersediaannya dengan tetap mempertimbangkan nilai sensitifitas dan spesifisitas agar pemeriksaan lebih efektif dan efisien.
