Anatomi dan Fisiologi Ginjal: Tinjauan Pustaka
5 Halaman
Penulis
ISSN
2615-479X (ONLINE)
Penerbit
Universitas Lampung
Diterbitkan pada
03/02/2024
Bahasa
Indonesia
Kata Kunci
Abstrak
Ginjal merupakan organ retroperitoneal yang terletak di bagian atas pada kedua sisi vertebra lumbalis III dan melekat langsung pada dinding abdomen atau ventral M. psoas mayor dan M. quadratus lumborum. Ginjal berfungsi mengatur jumlah dan konsentrasi elektrolit CES serta menjaga eksitabilitas saraf dan otot, mengaktifkan vitamin D yang penting untuk penyerapan kalsium di saluran pencernaan dan menghasilkan eritropoietin yang merupakan hormon untuk merangsang sumsum tulang membentuk sel darah merah. Fungsi utama ginjal adalah menyaring dan mengeluarkan produk sisa metabolisme melalui urine sehingga pemberian senyawa toksik maupun senyawa iritan dapat menimbulkan perubahan degeneratif seperti degenerasi lemak hingga nekrosis ginjal. Gangguan pada ginjal dapat mengganggu fungsi ginjal. Penderita Penyakit Ginjal Kronis (PGK) memiliki beberapa komplikasi seperti overhidrasi, hiperkalemia, asidosis metabolik, gangguan mineral dan tulang, hipertensi, anemia, dan dislipidemia. Etiologi PGK yang paling umum pada pasien dewasa adalah diabetes melitus dan hipertensi. Pada anak-anak, penyebab utama PGTA yang paling umum adalah kelainan bawaan pada ginjal dan saluran kemih (seperti uropati obstruktif, refluks vesikoureteral, dan displasia ginjal). Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) pada tahun 2006 menemukan bahwa prevalensi Penyakit Ginjal Kronis (PGK) adalah 12,5%. Sementara itu, data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tahun 2019 menunjukkan terdapat 1,93 juta kasus gagal ginjal dan 1,79 juta kasus pada tahun 2020. Dengan data ini, penulis tertarik untuk membahas ginjal lebih mendalam.
