STUDI KASUS: IMPLEMENTASI MANUAL KOMPRESI DADA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN SIRKULASI SPONTAN PADA PASIEN HENTI JANTUNG DI IGD

6 Halaman

Penulis

,

ISSN

3032-6575 (ONLINE)

Penerbit

Yayasan Healing and Healthcare Education

Diterbitkan pada

23/07/2024

Bahasa

Indonesia

Kata Kunci

, , , , ,

Abstrak

Henti jantung menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Keberhasilan penanganan henti jantung bergantung pada keefektifan, kualitas, dan ketepatan waktu RJP. Kompresi dada manual dinilai lebih efektif dibandingkan dengan kompresi dada mekanik. Tujuan melaporkan hasil implementasi manual kompresi dada dengan masalah keperawatan gangguan sirkulasi spontan pada pasien henti jantung. Metode penulisan dan pengumpulan data untuk Menyusun karya tulis ilmiah ini menggunakan metode studi kasus deskriptif melalui metode wawancara, oberservasi, pemeriksaan fisik, studi literatur, dan studi dokumentasi yang disajikan dalam bentuk narasi, tabel, dan gambar. Pasien syok hipovolemik dengan kondisi pasien muntah lebih dari 3 kali, batuk disertai darah, mimisan, nadi 134x/menit, frekuensi napas 26x/menit yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan pasien mengalami henti jantung dengan ditandai nadi karotis tidak teraba, napas 6x/menit, SPO2 76%, tekanan darah tidak terbaca, dan gambaran EKG menunjukkan asystole. Masalah keperawatan gangguan sirkulasi spontan. Kompresi dada manual dilakukan selama 6 menit atau 3x5 siklus. Evaluasi nadi karotis tidak teraba, napas tidak ada, pasien menunjukkan rigor mortis, dan gambaran EKG asystole. Simpulan adalah pengenalan dan pencegahan awal sangat penting untuk mencegah pasien mengalami henti jantung. Penulis mengharapkan implementasi manual kompresi dada dapat mengatasi masalah keperawatan gangguan sirkulasi spontan pada pasien henti jantung

Kata Mereka

Testimoni Pengguna M3

Lebih Banyak