FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KASUS PUTUS PAKAI (DROP OUT) METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARABAI

11 Halaman

Penulis

, , ,

ISSN

2615-109X (ONLINE)

Penerbit

Universitas Ubudiyah Indonesia

Bahasa

Indonesia

Kata Kunci

, , , ,

Abstrak

Latar Belakang: Putus pakai metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) masih menjadi hambatan dalam pencapaian target program keluarga berencana di Indonesia. Kejadian ini dapat meningkatkan risiko kehamilan tidak direncanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan putus pakai MKJP, yaitu umur, paritas, dan efek samping. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain kasus-kontrol. Sampel terdiri dari 94 akseptor MKJP (47 kasus dan 47 kontrol) yang dipilih secara random dari data sekunder di Puskesmas Barabai. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Sebagian besar responden berada pada usia 20–35 tahun (81,9%), serta berparitas multipara (53,2%). Dari segi efek samping, lebih dari separuh responden (60,6%) tidak mengalami efek samping MKJP. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara umur (p = 0,421; OR = 1,544) dan paritas (p = 0,913) dengan kejadian putus pakai MKJP. Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara efek samping dan putus pakai MKJP (p = 0,000; OR = 4,995). Efek samping yang dilaporkan meliputi perdarahan tidak teratur, peningkatan berat badan, sakit kepala, dan nyeri saat berhubungan. Simpulan: Efek samping merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap putus pakai MKJP. Upaya peningkatan edukasi, konseling pra dan pasca pemasangan, serta pemantauan aktif terhadap efek samping perlu diperkuat dalam pelayanan KB di tingkat primer.

Kata Mereka

Testimoni Pengguna M3

Lebih Banyak