Terapi Afirmasi Positif Pada Klien Dengan Harga Diri Rendah: Studi Kasus

9 Halaman

Penulis

,

ISSN

2621-2978 (ONLINE)

Penerbit

Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah., Indonesia

Diterbitkan pada

30/11/2022

Bahasa

Indonesia

DOI

-

Kata Kunci

, , , ,

Abstrak

Latar belakang : Seorang mahasiswi mengalami harga diri rendah akibat pengalamankekerasan dalam keluarga dan bullying. Studi kasus ini mengambarkan bagaimana kekerasandalam keluarga dan bullying memicu harga diri rendah dan pengaruh tindakan keperawatanafirmasi positif.Laporan kasus : Seorang mahasiswi melakukan konseling pada praktisi keperawatan jiwa.Klien sejak kecil sering dibandingkan dengan saudara kandung oleh ibunya karena bentuktubuhnya yang kurus dan nilai dari sekolah yang selalu rendah. Selain di rumah klien jugamengatakan sering diejek karena kurus dan kulitnya berwarna gelap. Pengalaman tersebutmembuat klien merasa tidak percaya diri, merasa berbeda dari orang lain dan takut untukberteman. Klien mengatakan pernah memiliki pikiran untuk bunuh diri. Asuhan keperawatandiberikan pada klien selama lima hari dengan fokus intervensi pemberian terapi afirmasipositif. Hasil evaluasi dari asuhan keperawatan yang diberikan menunjukkan peningkatanharga diri, memiliki pikiran positif tentang dirinya, melakukan kemampuan untukmeningkatkan harga diri sesuai aspek positif yang dimiliki. Hasil pengukuran harga dirimenggunakan Rosenberg self esteem Scale menunjukkan peningkatan dan penurunan darihasil pengukuran Self reporting Quetionnaire 29 menunjukkan penurunan.Kesimpulan : Asuhan keperawatan dengan fokus intervensi terapi afirmasi positifmemegang peranan penting dalam membantu klien dengan masalah keperawatan harga dirirendah. Asuhan keperawatam selama lima hari dapat meningkatkan harga diri dan mengubahpikiran negatif.Kata kunci : afirmasi positif, bullying, harga diri rendah, kekerasan dalam keluarga, , studi

Kata Mereka

Testimoni Pengguna M3

Lebih Banyak