Pengaruh Pemberian Edukasi Manajemen Kesehatan Pasien Gagal Jantung Kongestif
12 Halaman
Penulis
ISSN
2622-6200
Penerbit
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan 'Aisyiyah Palembang
Diterbitkan pada
30/11/2022
Bahasa
Indonesia
DOI
-Kata Kunci
Abstrak
Latar belakang: American Heart Association (AHA) memproyeksikan prevalensi gagal jantung akan meningkat sebesar 46% dari tahun 2012 hingga 2030 yang mana nantinya > 8 juta orang yang berusia ≥ 18 tahun akan mengalami gagal jantung. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi manajemen kesehatan pasien gagal jantung kongestif. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan desain pra-experimental dengan pendekatan (One Group Pre-Post Test Design). Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien gagal jantung kongestif yang dirawat di RSUD Siti Fatimah Az-Zahra Provinsi Sumatera Selatan sebanyak 32 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling, menggunakan analisa data uji wilcoxon. Hasil: Analisis univariat didapatkan Pre Test pengetahuan cukup sebanyak 11 responden (34,3%) dan Post Test pengetahuan baik sebanyak 18 responden (56,2%). Uji wilcoxon didapatkan p value 0,000 < 0,05. Ada pengaruh pemberian edukasi manajemen kesehatan pasien gagal jantung kongestif (CHF). Saran: untuk dapat menambah program pemberian pendidikan kesehatan untuk lansia khususnya dan masyarakat pada umumnya baik untuk penyakit gagal jantung kongestif (CHF) ataupun penyakit-penyakit lainnya, pada sebagai bentuk penerapan pelayanan keperawatan.
