PENGARUH VARIASI WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP KADAR SAPONIN TOTAL EKSTRAK AIR AKAR TEBU HITAM (Saccharum officinarum L.) SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
11 Halaman
Penulis
ISSN
2502-3438 (ONLINE)
Penerbit
Universitas Jenderal Achmad Yani
Diterbitkan pada
14/08/2024
Bahasa
Indonesia
Kata Kunci
Abstrak
Tanaman tebu hitam (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman tahunan yang sering dipakai sebagai obat, makanan, dan minuman. Ekstrak air akar tebu hitam yang diektraksi dengan metode dekokta memiliki berbagai efek farmakologis sebagai antibakteri, imunomodulator, dan anti anemia karena adanya kandungan saponin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kadar saponin total dengan variasi waktu ekstraksi akar tebu hitam dengan menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Metode identifikasi senyawa saponin secara kualitatif menggunakan metode busa dan pereaksi Liebermann-Burchard. Penetapan kadar saponin dengan metode Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 543 nm dan operating time menit ke-15. Baku pembanding yang digunakan yaitu Diosgenin. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa rebusan akar tebu hitam mengandung saponin. Hasil penetapan kadar saponin total dengan variasi lama perebusan 10 menit, 20 menit, dan 30 menit secara berurutan sebesar 1,123 mg DE/g dengan KV 0,679%, 2,086 mg DE/g dengan KV 0,276%, dan 2,933 mg DE/g dengan KV 0,196%. Kadar saponin total optimum (2,933 mg DE/g) untuk ekstrak air akar tebu diperoleh pada waktu perebusan selama 30 menit. Hasil uji statistik menunjukkan adanya korelasi antara waktu perebusan dengan kadar saponin total dari ekstrak akar tebu hitam. Homogeneity of Variences Test diperoleh nilai signifikansi 0,641 > 0,05. Uji Anova diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05.
