Phytochemical Profile and Antibacterial Activity of Sea Kekara Flower (Canavalia rosea) Using Disc Diffusion Method
12 Halaman
Penulis
ISSN
2964-0733
Penerbit
Universitas Bumigora
Diterbitkan pada
29/04/2024
Bahasa
Indonesia
Kata Kunci
Abstrak
Infeksi bakteri merupakan salah satu penyebab utama infeksi kronis dan risiko kematian yang terus mengancam kesehatan masyarakat secara global. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri patogen menjadi resisten terhadap antibiotik dan menimbulkan efek samping yang berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk mencari sumber antibiotik alternatif yang berasal dari bahan alam. Salah satu jenis tumbuhan yang memiliki potensi sebagai agen antibakteri adalah Canavalia rosea. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan fitokimia secara kualitatif menggunakan metode tabung, serta untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri fraksi etil asetat dari ekstrak Canavalia rosea menggunakan metode difusi cakram. Ekstraksi Canavalia rosea dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilakukan pemisahan fraksi menggunakan etil asetat. Hasil analisis fitokimia menunjukkan keberadaan senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, polifenol, dan tanin dalam ekstrak Canavalia rosea. Aktivitas antibakteri fraksi etil asetat dari ekstrak tersebut menunjukkan zona hambat yang signifikan terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus. Pada konsentrasi 9 mg/mL, zona hambat mencapai 20,31 ± 0,27 mm, masuk dalam kategori moderat hingga kuat, sedangkan pada konsentrasi 1,5 mg/mL, zona hambat mencapai 5,13 ± 0,32 mm, menunjukkan efek penghambatan yang lebih rendah. Analisis statistik menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dari ekstrak Canavalia rosea memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan, dengan setiap konsentrasi memberikan pengaruh yang berbeda dalam menghambat pertumbuhan S. aureus.
